Translate

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri jerawat. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri jerawat. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 September 2017

DARAH KENTAL? Apa Akibatnya?
by : BBC Journalist
Darah Kental (juga dikenal sebagai hiperkoagulabilitas, antiphospholipids atau Hughes Syndrome) adalah suatu kondisi di mana darah seseorang lebih kental (tebal dan lengket) daripada darah normal.
Normalnya darah itu encer dan mudah mengalir, Pengentalan darah terjadi ketika adanya kelainan dalam proses pembekuan darah:
-        Proses pembekuan terjadi ketika trombin, enzim darah, dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mempromosikan reaksi biokimia yang menghasilkan pembentukan agen pembekuan.
-        Satu-satunya tujuan dari agen pembekuan adalah untuk menciptakan gumpalan tunggal. Ketika sudah berhasil menghentikan perdarahan, proses pembekuan harus terhenti.
-        Pada mereka yang memiliki gangguan pengentalan darah akibat penyakit kronis, agen pembekuan terus bekerja, mulai melapisi kapiler dengan lapisan fibrin. Hal ini akan menyebabkan darah menjadi lebih tebal atau kental jika dibandingkan dengan darah normal.
Ketika pengentalan darah terjadi, darah akan sulit mengalir, sehingga proses  sirkulasi oksigen, nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh terhambat. Kondisi ini dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi dan hormon serta Hipoksia, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh hanya memiliki kadar oksigen yang rendah.
Darah kental secara umumnya disebabkan oleh:
1.     Kerusakan pada pembuluh darah. Darah yang bersentuhan dengan pembuluh darah yang rusak akan mengental.
2.     Gumpalan kolesterol di pembuluh darah.
3.     Tidak lancarnya aliran darah, darah akan menumpuk dan trombosit  membentuk darah kental. Sifat trombosit mudah menyatu satu sama lain.
Gejala darah kental bervariasi, tergantung di mana lokasi penggumpalan darah tersebut muncul:
·       Pada lengan atau kaki, ditandai dengan pembengkakan, nyeri  dan rasa hangat di satu tempat.
·       Pada jantung, ditandai dengan sesak napas, keringat berlebihan, nyeri dada, mual, pusing dan pingsan.
·       Pada area perut, ditandai dengan sakit perut parah, diare, muntah dan terdapat darah pada tinja atau muntahan.
·       Pada paru-paru, ditandai dengan nyeri dada, batuk bercampur darah, sulit bernapas, berkeringat, demam, pusing, pingsan dan denyut nadi cepat.
·       Bagi wanita hamil, pengentalan darah bisa mengakibatkan hipertensi dan keguguran.
Faktor risiko:
-          Penderita obesitas.
-          Perokok.
-          Berusia lebih dari 60 tahun.
-          Menggunakan kontrasepsi oral.
-          Menderita penyakit inflamasi (peradangan) kronis, misalnya sirosis, maag kronis.
-          Mengalami gagal jantung.
-          Menderita kanker.
-          Memiliki riwayat keluarga yang mengalami penggumpalan darah.
-          Duduk dalam jangka waktu yang lama.

Mencegah Munculnya Penggumpalan Darah
Bagi Anda yang memiliki faktor risiko, disarankan melakukan pencegahan untuk menghindari komplikasi yang serius dengan memahami faktor risikonya dengan cara berikut ini:
§       Menghindari duduk dalam jangka waktu lama, berada di posisi yang sama (terutama duduk) untuk waktu yang lama, dapat menyebabkan darah berkumpul di kaki  dan menyebabkan penggumpalan. Setiap satu hingga dua jam, bergeraklah untuk melakukan peregangan.
§       Tetap terhidrasi, saat menempuh perjalanan jauh atau cuaca panas, pastikan asupan cairan Anda tercukupi, karena dehidrasi dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah. #Bioglass
§       Mengubah gaya hidup, seperti menurunkan berat badan jika Anda mempunyai berat badan yang berlebih, menjaga tekanan darah, berolahraga secara teratur dan berhenti merokok.
§       Diet, mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, buah-buahan, sayuran dan makanan dengan kandungan vitamin E.


§       Obat dan Stocking, bila diperlukan, dokter dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat pengencer darah. Obat-obatan ini terutama digunakan pada pasien yang baru selesai menjalani operasi atau memerlukan rawat inap dalam beberapa hari. Selain obat, dokter juga mungkin menyarankan Anda menggunakan stocking kompresi untuk memperlancar aliran darah di kaki.


 
 
 

SALUT ➡ Minuman KESEHATAN dan KECANTIKAN



Kandungan SALUT = GLUCOLA SAKURA + SALMON + WALNUT (HDLSOP)



Manfaat utama Kesehatan :

➡ Regenerasi sel otak dan sel tubuh

➡ Mencegah pelengketan sel darah merah dan mencegah pengentalan darah 

➡ Menghambat penurunan fungsi hati dan pankreas



Manfaat utama Kecantikan : 

➡ Mencerahkan dan mengencangkan kulit

➡ Mengatasi jerawat dan mencegah lubang bekas jerawat

➡ Mencegah penuaan

Info selengkapnya tentang produk untuk membantu mencegah dan mengatasi darah kental:

Rosa Ong/Philips Onggowidjaja/Pinky Kittyshop
0813 2181 0330
Widi/Yeremia
0896 5279 5233





Sabtu, 29 Juli 2017

Bagaimana DEPRESI Memicu Bunuh Diri?
By : BBC Journalist

Sebagian besar orang pasti pernah merasa sedih atau tertekan. Depresi  merupakan reaksi normal terhadap peristiwa kehilangan, hambatan dalam kehidupan, atau harga diri yang terluka.
Namun ketika perasaan sedih yang mendalam, tidak berdaya, putus asa dan tidak berharga itu berlangsung selama beberapa hari sampai berminggu-minggu dan menyebabkan Anda tidak bisa beraktivitas normal, maka hal ini bisa berkembang menjadi depresi klinis. 

Menurut WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi.
Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan.
Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.
Menurut Institut Kesehatan Jiwa Nasional Amerika Serikat, terdapat sekitar 14,8 juta orang dewasa menderita depresi berat di Amerika Serikat. Risiko bunuh diri pada orang dengan jenis depresi berat merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kondisi kejiwaan yang lain. Bunuh diri adalah penyebab kematian ketiga, pada orang di antara usia 10 dan 24 tahun. Sayangnya, kebanyakan orang dengan depresi klinis tidak pernah mencari pengobatan. Karena tidak terdiagnosis dan tidak diobati, maka depresi dapat memburuk, berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan penderitaan yang mendalam, dan mungkin bunuh diri. 
Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
-        Depresi mayor, yaitu depresi parah yang bisa mengganggu kemampuan penderita untuk bekerja, tidur, belajar, makan dan menikmati hidup.
-        Depresi kronis (dysthymia), di mana penderita mengalami suasana hati tertekan setidaknya dua tahun. Penderita mungkin mengalami gejala depresi mayor yang tidak parah.
-        Depresi bipolar, penderita biasanya akan mengalami depresi selama beberapa waktu. Penderita bipolar bisa merasa sedih atau depresi pada tingkatan ekstrem. Sebaliknya, dia juga bisa merasa bahagia secara berlebihan.
-        Depresi musiman (seasonal affective disorder/SAD).
-        Depresi psikotik, di mana saat seseorang sedang mengalami depresi parah ditambah menderita keadaan psikotik seperti mengalami delusi atau halusinasi.
-        Depresi postpartum/perinatal, yang biasa terjadi pada wanita berkaitan dengan masa kehamilan dan setelah melahirkan.
-        Substance-induced mood disorder (SIMD) yaitu gangguan mood akibat obat tertentu.
Depresi jenis lain yang dapat terjadi antara lain:
-        Depresi ganda, yaitu kondisi yang terjadi ketika seseorang dengan depresi kronis (dysthymia) mengalami depresi berat.
-        Depresi sekunder, yaitu depresi yang muncul setelah perkembangan kondisi medis tertentu, seperti hipotiroid, stroke, Parkinson, AIDS, atau setelah masalah kejiwaan, misalnya skizofrenia, gangguan panik atau bulimia.
-        Depresi tersembunyi, yaitu depresi yang bersembunyi di balik keluhan fisik dan tidak dapat ditemukan penyebab organiknya.
Gejala  Depresi
Gejala dan juga efek depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:
-          Merasa bersedih secara berkepanjangan dan mudah menangis.
-          Mudah merasa cemas.
-          Kehilangan rasa percaya diri.
-          Merasa sangat bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya.
-          Merasa hidup tidak ada harapan.
-          Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
-          Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
-          Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
-          Berpikir atau mencoba bunuh diri. 
 
Gejala fisik akibat depresi:
-          Rasa lelah berkepanjangan dan energi berkurang.
-          Gangguan pola tidur, bisa kesulitan tidur atau tidur berlebihan.
-          Merasakan berbagai rasa sakit.
-          Kehilangan hasrat seksual.
-          Bergerak atau berbicara lebih lambat.
-          Perubahan berat badan.
-          Gangguan pencernaan tanpa sebab yang jelas.
Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi  yang spesifik. Depresi biasanya terpicu oleh kombinasi beberapa faktor. Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
-        Kejadian yang menimbulkan trauma, misalnya: penyiksaan atau pelecehan, kematian seseorang yang dikasihi, kesepian akibat terisolasi, masalah dalam hubungan (pernikahan, persahabatan, keluarga, percintaan dan rekan kerja), serta kesulitan ekonomi.
-        Penyakit serius. Terkadang depresi muncul secara bersamaan atau sebagai reaksi dari penyakit yang serius. Beberapa penyakit kronis dan mengancam nyawa bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi, contohnya HIV, penyakit jantungkoroner, diabetes mellitus dan kanker.
-        Kepribadian. Merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri dan ketergantungan pada orang lain bisa memicu depresi. Pengalaman yang dialami dan pola asuh orang tua juga berperan dalam membentuk kepribadian seseorang.
-        Faktor keturunan atau riwayat kesehatan keluarga, memiliki anggota keluarga yang memiliki sejarah depresi, gangguan bipolar, kecanduan alkohol dan kenderungan bunuh diri.
-        Kondisi wanita yang baru melahirkan. Perubahan hormon dan fisik pada wanita setelah melahirkan sangat berpengaruh dalam pola pikir seorang wanita. Ditambah dengan penambahan tanggung jawab serta kehidupan baru karena adanya sang bayi. Gejala ini lazim disebut ‘baby blues’.
-        Minuman keras dan narkoba. Banyak orang berusaha melarikan diri dari permasalahan dengan minum alkohol atau menggunakan narkoba, yang malah memicu bahkan memperparah depresi.
-        Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan bisa meningkatkan risiko Anda terkena depresi, misalnya obat tidur, obat untuk hipertensi, obat untuk jerawat dan kortikosteroid.
Terapi Penderita Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Namun ada beberapa teknik yang bisa dicoba:
1.     Jika depresi tergolong ringan, penderita dapat dilatih untuk melakukan terapi sendiri, misalnya :
a.      Belajar tentang depresi yang dialaminya.
b.     Berolah raga, misalnya berjalan, berenang, lari atau aktivitas fisik lainnya. Fungsi  olah raga adalah meningkatkan rasa percaya diri, juga meningkatkan kualitas tidur.
c.      Tidur cukup, untuk memulihkan kesehatan fisik & mental.
d.     Meditasi atau yoga,untuk membantu mengendalikan dan menenangkan pikiran.
e.     Menghindari rokok, minuman beralkohol dan narkoba.
f.      Bergabung dengan komunitas pendukung, misalnya menjadi komunitas MCI.
2.     Psikoterapi :
-        Cognitive Behavior Therapy (CBT), diterapkan pada orang-orang yang tersandera oleh pola pikir tertentu yang merugikan mereka. Sebagai contoh, ada seorang wanita yang sangat tidak percaya diri dan tidak berani melakukan apa pun karena sejak kecil ibunya sering mengkritik.
-        Problem-Solving Therapy (PST), untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam menghadapi pengalaman yang membuatnya tertekan, khususnya bagi penderita depresi yang sudah tua.
-        Interpersonal Therapy (IPT), dilakukan dengan meningkatkan pola komunikasi dan interaksi dengan orang lain yang dapat membantu meringankan depresi. IPT membantu menganalisis penyebab konflik dengan orang lain seperti pertengkaran dengan anggota keluarga atau konflik dengan rekan kerja.
3.     Terapi psikodinamis, membantu memahami bagaimana emosi memengaruhi perilaku pengidap depresi. Pasien akan dibantu untuk memahami dan mencari jalan keluar atas masalahnya.
4.     Terapi stimulasi otak, dilakukan jika pemberian obat  tidak mengurangi gejala-gejala depresi. Dokter akan melakukan terapi elektrokonvulsif (ECT) pada penderita. Berdasarkan hasil penelitian terakhir, ECT dapat membuat penderita depresi berat merasa lebih baik.
5.     Pemberian obat, antidepresan atau lithium bila antidepresan tidak cukup kuat.
6.     Penggunaan Pendant Aura, yang sangat efektif meningkatkan kualitas tidur penderita , juga membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga mengurangi efek samping/penyakit yang mungkin timbul akibat depresi.

Efek depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
 
http://distributor-mci-resmi.blogspot.co.id/2016/10/bioglass-2-sudah-diteliti-di-jepang.html
Info selengkapnya tentang produk untuk membantu orang menjaga stamina dan kesehatan:
Rosa Ong/Philips Onggowidjaja/Pinky Kittyshop
0813 2181 0330
Widi/Yeremia
0896 5279 5233